Home » » Aneka Jenis Hutan di Indonesia

Aneka Jenis Hutan di Indonesia

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 03 Maret 2011 | 01.22

Sumber: www.AnneAhira.com

Hutan adalah tanah yang luas yang ditumbuhi pohon-pohonan dan tumbuhan lainnya serta tidak dipelihara orang. Pohon-pohon di hutan merupakan tumbuhan yang cukup tinggi yang mempunyai masa hidup yang panjang. Hutan sebagai kekayaan alam perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Di dalam hutan kita akan menemukan beragam tumbuhan yang memiliki tinggi yang berbeda satu sama lainnya. Mulai dari tumbuhan yang memiliki tinggi beberapa millimeter sampai yang tingginya mencapai 40 meter.

Indonesia memiliki beberapa jenis hutan, yakni sebagai berikut :
  • Hutan Hujan Tropik 
Indonesia banyak memiliki hutan hujan tropik, sebab Indonesia terletak di tengah garis khatulistiwa. Wilayah tersebut banyak mendapatkan sinar matahari serta memiliki curah hujan yang tinggi. Hutan hujan tropik banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua). Hutan hujan tropik terdiri atas dua jenis, yaitu hutan hujan tanah kering (memiliki ketinggian 1000 sampai 3000 m dpl) dan hutan hujan tanah rawa (memiliki ketinggian 5 sampai 100 m dpl). 
Ciri-ciri hutan tropik adalah:
  • Matahari bersinar sepanjang tahun. 
  • Curah hujannya tinggi, merata setiap tahun yaitu antara 200-225 cm/ tahun.
  • Dari bulan ke bulan mengalami perubahan suhu yang kecil.
  • Hutannya selalu hijau sepanjang tahun. 
  • Tidak mengalami musim gugur.
  • Tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam di hutan tropik.
  • Banyak terdapat berbagai jenis tumbuhan (heterogen). 
Ratusan jenis pohon terdapat di hutan tropik. Pohon di hutan tropik bisa mencapai ketinggian 20-40 m. Cabang-cabang daunnya lebat sehingga membentuk suatu tudung pohon (kanopi). Beberapa tumbuhan yang sering dijumpai di antaranya, rotan, liana, dan epifit. Rotan dan liana merupakan tumbuhan pemanjat. Tumbuhan ini membutuhkan bantuan tumbuhan lain untuk menopang batangnya yang lemah agar dapat memperoleh sinar matahari. Sehingga rotan dan liana akan bergerak merambat mengikuti pohon yang menopangnya. Sementara epifit merupakan tumbuhan yang sekadar menumpang hidup pada tumbuhan lain, tetapi tidak membahayakan pohon yang ditumpanginya. Contoh: tumbuhan anggrek.
Di hutan tropik hidup hewan yang memiliki sifat diurnal (hewan yang aktif pada siang hari). Misalnya kijang dan kera. Selain itu, ada pula hewan yang bersifat nokturnal (hewan yang aktif pada malam hari), seperti kucing hutan, burung hantu, babi hutan, dan macan tutul.
  • Hutan Musim atau Hutan Meranggas 
Hutan ini terdapat pada daerah dengan ketinggian 800 – 1200 m dpl. Tidak terlalu banyak terdapat pohon di hutan musim. Meskipun demikian, hutan ini mampu bertahan. Banyak pohonnya yang tahan dari kekeringan karena mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau. Pohon-pohon di hutan musim tingginya sekitar 12 – 35 m. Daunnya selalu gugur pada musim kemarau. Daun-daun pada pohonan akan tumbuh lagi hijau pada musim hujan. Hutan musim biasanya diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang banyak tumbuh di hutan tersebut. Misalnya, hutan jati. Disebut hutan jati karena banyak pohon jati di hutan tersebut.
  • Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan bakau di Indonesia merupakan hutan bakau terluas di dunia. Luasnya adalah  42.550 km2. Hutan bakau terdapat di pantai yang penuh dengan lumpur. Karena tumbuhan yang banyak terdapat di hutan ini adalah pohon bakau, maka sering disebut dengan nama hutan bakau. Selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).

Ciri-ciri hutan bakau adalah:
  • Kadar oksigen air dan tanahnya rendah,
  • Mempunyai kadar garam air dan tanahnya tinggi,
  • Saat air laut pasang, lingkungannya menjadi banjir sedangkan saat air laut surut lingkungannya becek dan berlumpur. 
Hutan mangrove berguna sebagai pemecah gelombang pada wilayah pesisir pantai. Kelestarian hutan bakau perlu dijaga karena dapat memberikan manfaat kepada manusia. Berbagai hasil hutan bakau telah dirasakan manfaatnya oleh manusia, seperti gula, bahan pengawet kulit, bahan atap, dan bahan perahu. Hutan bakau juga sangat penting untuk habitat ikan dan udang. 
  • Hutan Sabana  
Hutan sabana adalah padang rumput yang ditumbuhi pepohonan yang hidup secara bergerombol atau berserakan. Hutan sabana berada di daerah yang memiliki musim kering lebih panjang daripada musim penghujan. Tumbuh-tumbuhannya yang ada hanya padang rumput hijau dan pohon-pohon hanya ada beberapa di sekitar padang rumput. Seperti di daerah Madura, Sumbawa, dan Aceh Tengah.
Jenis padang rumput lain disebut steppa, yaitu pada rumput yang lebih banyak mengalami musim kemarau, sehingga beberapa pohon dan rumput tidak sempat menghijau. Padang rumput steppa banyak terdapat di Nusa Tenggara bagian timur.
Padang rumput terdapat pada ketinggian antara 900 – 4000 m di atas permukaan laut. Misalnya padang rumput tanah, padang rumput pegunungan, komunitas rumput (populasi rumput), dan lumut. 

(a). Hutan Hujan Tropik  (b). Hutan Sabana  (c). Steppa  (d).  Mangrove
Jenis hutan sabana:
  • Hutan sabana casnarina, yaitu hutan sabana yang terletak antara 1600 sampai 2400 m dari permukaan laut
  • Rawa gambut, yaitu  hutan ada yang berada pada ketinggian kurang dari 100 m di atas permukaan laut. 
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Sabana murni, yaitu pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
  2. Sabana campuran, yaitu pohon-pohon penyusunnya terdiri atas campuran berjenis-jenis pohon.
Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger