Home » » Dampak Buruk Pembakaran Hutan

Dampak Buruk Pembakaran Hutan

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 03 Maret 2011 | 01.29

Sumber: www.AnneAhira.com

Pada awal 2000, sering terjadi musibah yang menerpa hutan Indonesia. Entah disengaja atau tidak, kebakaran hutan marak terjadi pada tahun-tahun tersebut. Di Pulau Kalimantan dan Sumatera, sudah sekian ratus hektar hutan yang terbakar. Selain sebagai musibah, ada pula pembakaran hutan yang sengaja dilakukan.


Tujuannya kadang untuk membuka lahan baru, baik untuk pertanian maupun permukiman baru. Disadari atau tidak, tindakan pembakaran hutan untuk tujuan tersebut telah menimbulkan dampak yang sangat luas bagi kelestarian hutan dan kehidupan yang ada di hutan tersebut.


Beberapa aspek kehidupan sangat nyata terkena dampak merugikan akibat kejadian tersebut. Hal yang paling terpengaruh adalah lingkungan sekitar. Hutan gundul mengundang bencana-bencana lain yang pada akhirnya tetap merugikan manusia.


Dampak Terhadap Lingkungan dan Kelestarian


1. Berkurangnya Binatang Penghuni Hutan


Hutan merupakan salah satu tempat hidup bagi binatang, seperti burung, monyet. Bahkan, harimau dan spesies lain yang ada di dalam hutan tersebut. Biasanya, mereka musnah terbakar karena tidak bisa keluar dari kobaran api yang membakar hutan. Berkurangnya spesies ini akan mengubah tatanan hidup dalam hutan tersebut.


2. Menimbulkan Erosi


Disadari atau tidak, banyaknya musibah seperti banjir dan rusaknya pantai salah satunya dipicu oleh pembakaran hutan. Musibah erosi pun ikut menimpa karena pepohonan di hutan sudah tidak ada lagi. Akar pohon yang biasanya bisa menahan lelehan tanah, sudah hilang.


Hal itu mengakibatkan terjadinya erosi dan longsor yang merugikan semua orang. Ini akan diperparah bila kejadiannya terjadi di lereng gunung yang curam. Di lereng gunung yang curam, tanah erosi tersebut bisa terbawa sampai ke perkampungan.


3. Produksi dan Kualitas Air Menurun


Sudah dipastikan bila tidak ada pohon, akibat pembakaran hutan, penyerapan air akan semakin rendah sehingga menimbulkan kekeringan. Meskipun ada, kualitas air yang dihasilkan tidak akan sebagus air tanah yang dihasilkan dari akar pohon rimbun. Air tidak sebening biasanya dan menjadi sedikit kuning.


4. Devisa Menurun Drastis


Pembakaran hutan, sedikit banyak, akan berpengaruh terhadap warga sekitar. Yakni, dengan berkurangnya hutan, otomatis ada mata pencaharian yang hilang. Dengan begitu, akan berdampak terhadap beberapa industri mikro (rumahan), seperti perajin rotan.


5. Sungai Semakin Dangkal


Berhubungan erat dengan kejadian erosi, tanah longsor tersebut akan terus terbawa ke sungai-sungai yang ada di sekitar. Ini akan menyebabkan penumpukan lumpur yang mengendap dan sungai semakin dangkal. Dengan dangkalnya sungai ini, rawan terjadi banjir.


6. Kurangnya Penyerapan Karbondioksida


Sebagai salah satu pengolah karbondioksida menjadi oksigen, fungsi hutan akan terganggu. Hutan yang tadinya bisa menyerap banyak karbon dan mengeluarkan banyak oksigen, menjadi sebaliknya hingga sering terjadi penyakit. Selain itu, penyerapan terhadap matahari pun menjadi tidak ada. Inilah yang akan menimbulkan panas berlebihan.

Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger