Home » » Jerapah, Si Leher Panjang nan Eksotis

Jerapah, Si Leher Panjang nan Eksotis

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 03 Maret 2011 | 01.28

Sumber: www.AnneAhira.com

Jerapah, Si Leher Panjang nan Eksotis


Siapa tak akan terpesona jika melihat jerapah? Hewan ini sungguh luar biasa. Tubuhnya tinggi, lehernya super panjang dan kulit bertotol-totol. Kita bisa menjumpai jerapah di habitat aslinya, yaitu padang-padang sabana di Afrika dan di kebun-kebun binatang.


Jerapah jantan bisa tumbuh hingga setinggi 5,5 meter dan memiliki berat antara 800 sampai dengan 2000 kilogram. Wow, terbayang betapa tinggi dan besarnya badan seekor jerapah jantan dewasa. Sementara jerapah betina bisa mencapai tinggi 4 atau 4,5 meter dengan berat antara 550 hingga 1180 kilogram.


Jika hidup bebas di alam liar, jerapah dapat bertahan sampai umur 13 tahun. Jika dipelihara di kebun binatang atau fasilitas sejenis, jerapah dapat hidup sampai umur 25 tahun.


Jenis kelamin jerapah bisa dibedakan dari tanduknya. Jerapah betina memiliki tanduk yang berukuran lebih kecil. Pada beberapa jerapah jantan bisa ditemui tumpukan kalsium di atas tanduk mereka yang menandakan gejala penuaan. Jadi, jika Anda ingin mengetahui jenis kelamin seekor jerapah, perhatikan saja ukuran tubuh dan tanduknya.


Tangguh dan Waspada


Meski terlihat ramah, sesungguhnya jerapah adalah hewan yang tangguh. Ia bisa berlari sangat cepat berkat kaki-kaki yang panjang. Singa yang hendak memburu jerapah biasanya bertindak sangat hati-hati. Hewan berleher panjang tersebut tidak akan segan menyerang balik dengan tendangan keras yang konon bisa mematahkan tengkorak atau tulang belakang.


Saat bertarung dengan sesama kawanannya, jerapah menggunakan kepala dan leher panjang yang lentur sebagai senjata. Mereka akan saling mengayunkan leher dan membanting kepala secara kuat-kuat ke badan lawannya. Pertarungan antar jerapah merupakan pemandangan yang mengagumkan sekaligus mengerikan.


Selain itu, Jerapah juga sangat waspada. Mereka hanya tidur dalam waktu singkat setiap harinya. Hal ini membuat pemangsa atau musuh sulit menyergap secara tiba-tiba. Umumnya jerapah tidur selama dua atau tiga menit saja. Kebiasaan ini dilakukan sebanyak beberapa kali dalam sehari. Total waktu yang digunakan jerapah untuk tidur dalam sehari adalah sekitar 1,9 jam. Hebat sekali, kan?


Jenis-Jenis Spesies Jerapah


Ada beberapa jenis jerapah yang umum ditemui di beberapa wilayah Afrika, di antaranya adalah, Jerapah Somalia, yang biasa disebut Reticulated Giraffe. Jerapah Somalia memiliki totol-totol pada kulit yang bermotif polygon dan diselingi garis-garis putih. Spesies ini banyak ditemui di kawasan timur laut Kenya, Etiopia, dan Somalia.


Jerapah bertotol-totol besar yang ditemui di wilayah-wilayah Angola dan Zambia disebut Jerapah Angola atau Smoky Giraffe.


Ada pula Jerapah Kilimanjaro atau Maasai Goraffe yang memiliki kulit kuning dengan totol-totol berbentuk daun anggur berwarna coklat muda. Jenis ini biasanya terdapat di daerah tengah dan selatan Kenya serta Tanzania.


Masih banyak jenis-jenis spesies jerapah lainnya yang tinggal di kawasan-kawasan berbeda di benua Afrika. Di antaranya adalah Jerapah Uganda (terdapat di Uganda dan daerah utara tengah Kenya), Jerapah Afrika Selatan (terdapat di Afrika Selatan, Namibia, Bostwana, Zimbabwe, dan Mozambik), Jerapah Rhodesia (terdapat di daerah timur Zambia), Jerapah Nigeria (terdapat di Nigeria), dan lain-lain.


 

Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger