Test Footer 2

LEGENDA GERHANA MATAHARI (LEGEND OF SOLAR ECLIPSE)

Menurut legenda pewayangan, Batara Kala yang ingin hidup abadi berusaha mencuri air kehidupan dari Tirta Amerta tempat tinggalnya para dewa. Dengan kesaktiannya dia berhasil mencuri Tirta Amerta, namun sial...baru saja dia meneguk air keabadian itu dan belum pula air tersebut sampai ke kerongkongannya, Batara Guru mengetahuinya dan dengan sigap melemparkan senjata maha saktinya yang berupa Cakra, melesat menebas leher Batara Kala hingga terpisah kepala dari badannya.   

Ternyata Tirta Amerta memang teruji khasiatnya, kepala Batara Kala tetap hidup dan terbang melayang2 sementara badannya terhempas ke bumi dan berubah menjadi lesung (alat penumbuk padi).Batara Kala sangat marah dan dengan kemarahannya dia berusaha menelan matahari agar bumi berada dalam kegelapan selamanya. Nah, orang2 jaman dulu yang percaya pada legenda ini sehingga setiap terjadi gerhana matahari mereka akan memukul-mukul lesung yang merupakan jelmaan dari badan Batara Kala dengan harapan Batara Kala akan merasa geli dan mual lantas memuntahkan matahari sehingga bumi kembali terang.


 

 LEGEND OF SOLAR ECLIPSE

From the legend of the puppet, Batara Kala who want to live eternal life trying to steal water from Tirta Amrita residence of the gods. With its miracle he managed to steal Tirta Amrita, but damn ... he had just drank the water of immortality, and yet also the water up to her throat, knowing Guru and nimbly throw weapons in the form of magic Maha Chakra, sped up to cut the throat of a separate Batara Kala head from his body.  
Tirta Amrita have proven efficacy, the head of Kala Batara still alive and flying while his body slammed into the earth and turned into a mortar (rice pestle). Batara Kala very angry and the anger he tried to swallow the sun to the earth in darkness forever.
Well, peoples in the past who believed in this legend so that each solar eclipse they will hit mortar which is the incarnation of the body in the hope Batara Kala will feel tingling and nausea and then spew back the sun so bright earth.


Share on Google Plus

About SDN Kebon Kacang 01 PAGI

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.