Home » » MENGENAL ALAT ELEKTRONIKA SEDERHANA

MENGENAL ALAT ELEKTRONIKA SEDERHANA

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Jumat, 11 Maret 2011 | 14.47

Kita telah mengenal bel, radio, televisi sebagai alat elektronik. Tapi apakah teman-teman tahu rangkaian apa saja yang ada didalamnya ? yuk.....kita kenali alat-alatnya.

A. TRANSISTOR 
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor komponen sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi.










Pada masa sekarang, transistor ada dalam setiap peralatan elektronika. Jika kita memahami dasar kerja transistor, maka kita akan lebih mudah untuk mempelajari cara kerja berbagai peralatan elaktronika.



B. RESISTOR


Resistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dan juga digunakan sebagai pembagi tegangan. Dengan resistor, arus listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Resistor bersifat menghambat (resistif) dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi (tahanan) dari suatu resistor dinyatakan dalam Ohm (Ω). 

Resistor memiliki kode warna pita yang sederhana. Supaya mudah dihafal maka dapat diringkas menjadi hi-co-me-ji-ku-hi-bi-v-a-p-em-per-no, yaitu kepanjangan dari hitam-coklat-merah-jingga(oranye)-kuning-hijau-biru-violet (ungu)-abu abu-putih-emas-perak-no warna.


















C. DIODA
Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua dan berfungsi untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur).
Dioda terbagi dua yaitu : 
a. Dioda kristal (semikonduktor) 
b. Dioda termionik

Dioda ini dikembangkan secara terpisah pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari dioda termionik ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873. Sedangkan prinsip kerja dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti Jerman, Karl Ferdinand Braun.
Pada tahun 1919, William Henry Eccles memperkenalkan istilah dioda yang berasal dari di berarti dua, dan ode (dari ὅδος) berarti "jalur".

Prinsip kerja dioda

Dioda termionik ditemukan kembali oleh Thomas Edison pada 13 Februari 1880 dan di hak paten pada tahun 1883, namun tidak dikembangkan lebih lanjut. Sedangkan Braun mematenkan dioda kristal pada tahun 1899. Penemuan Braun dikembangkan lebih lanjut oleh Jagdish Chandra Bose menjadi sebuah peranti berguna untuk detektor radio.



D. KAPASITOR 

Kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. 
Kapasitor secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik).
Dalam pemakaian normal, satu keping diberi muatan positif dan keping lainnya diberi muatan negatif yang besarnya sama.  Dalam rangkaian listrik, kapasitor digunakan antara lain : (1). memilih frekuensi pada radio penerima, (2) filter dalam catudaya, (3). memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil, dan (4). menyimpan energi dalam rangkaian penyala elektronik.  Sesuai penggunaannya, dalam praktek terdapat berbagai jenis kapasitor, antara lain : kapasitor kertas, kapasitor elektrolit, dan kapasitor variabel.
E. FUSE     
Fuse adalah alat pengaman listrik yang paling familiar dan sering kita jumpai. Fuse terpasang dalam rangkaiaan listrik tersusun secara seri, sehingga jika terlewati arus yang melebihi kapasitas kerja dari fuse tersebut, maka fuse akan terbakar dan memutus arus yang ada dalam rangkaian tersebut. Element penghantar yang terdapat dalam fuse tersebut akan meleleh, dan memutus rangkaian listrik tersebut sebagai pengaman terhadap komponen-komponen lain dalam rangkaian listrik tersebut dari bahaya arus besar.Jika kita dapati fuse yang telah terbakar atau putus elementnya kita harus menggantinya dengan yang baru, tetapi yang perlu diingat adalah penggantian dengan kapasitas arus yang sama. Jika menggantinya dengan kapasitas arus yang lebih besar maka akan berakibat kerusakan pada rangkaian listrik tersebut, karena jika ada arus lebih dalam rangkaian tersebut, fuse tidak akan putus atau terbakar.



Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger