Home » » Sebab dan Akibat Hutan Rusak

Sebab dan Akibat Hutan Rusak

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 03 Maret 2011 | 01.24

Sumber: www.AnneAhira.com

Hutan merupakan sebuah kawasan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon dan tumbuhan lainnya. Wilayah hutan ini dapat ditemui di seluruh dunia, baik yang beriklim tropis maupun dingin.


Hutan memiliki fungsi yang sangat penting, terutama sebagai pelestari tanah, penampung karbon dioksida (CO2), habitat hewan, modulator arus hidrologika, dan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling dibutuhkan.


Indonesia termasuk negara yang memiliki area hutan paling luas. Sayangnya, akhir-akhir ini luas hutan alam di Indonesia kian menyusut dengan cepat. Keadaan ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup para binatang yang tinggal di hutan. Mereka terancam tidak memiliki tempat tinggal.


Apa sebetulnya yang menjadi penyebab rusaknya hutan di Indonesia?  Apa pula dampak dari kerusakan hutan ini?


Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hutan rusak. Namun, sebagian besar kerusakan yang terjadi tidak lepas dari peran manusia. Berikut adalah dua hal yang dapat menyebabkan rusaknya hutan kita.


1.  Penebangan Liar


Penebangan liar merupakan aktivitas penebangan, pengangkutan, dan penjualan kayu yang dilakukan tanpa izin dari pemerintah setempat. Orang-orang yang kurang bertanggung jawab ini melakukan eksploitasi terhadap pohon-pohon yang ada di hutan.


Mereka menebang sebanyak-banyaknya pohon tanpa memedulikan akibat perbuatannya tersebut. Penebangan hutan secara liar atau illegal logging diduga menjadi penyebab terbesar rusaknya area hutan di Indonesia. Dengan maraknya penebangan liar, ekosistem dalam hutan menjadi kian rusak.


2.  Kebakaran Hutan


Kebakaran hutan merupakan situasi kebakaran yang terjadi di alam liar, namun dapat juga memusnahkan rumah-rumah atau sumber daya pertanian. Kebakaran hutan ini sering diakibatkan oleh sambaran petir, kecerobohan manusia, aktivitas vulkanis, dan pembakaran yang disengaja untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru serta tindakan vandalisme.


Sementara itu, penyebab utama terjadinya kebarakan hutan besar-besaran diakibatkan oleh musim kemarau dan minimnya upaya pencegahan terhadap kebakaran hutan kecil. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan Indonesia, tercapat pada 2005, Indonesia menderita kerugian akibat hutan yang terbakar seluas 13.328 hektar atau sekitar 133 km.


Menipisnya area hutan menimbulkan berbagai kehancuran dari segi sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehidupan masyarakat, serta berkurangnya pendapatan negara. Selain itu, kerusakan hutan ini juga menimbulkan banyak efek negatif bagi keberlangsungan hidup di bumi, di antaranya sebagai berikut.


1.  Bencana Banjir


Hutan merupakan daerah resapan air yang sangat bermanfaat di saat musim penghujan tiba. Ia dapat mengendalikan banjir dan menjamin ketersediaan air kala musim kemarau datang.


Namun, kerusakan hutan yang terjadi dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir. Hutan yang telah rusak tidak lagi dapat berfungsi dengan baik untuk menyerap air dan jika musim kemarau tiba, akan banyak wilayah mengalami kekeringan akibat kurangnya pasokan air. Selain menyebabkan kerugian materi, banjir terkadang menelan banyak nyawa manusia.


2.  Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca adalah proses pemanasan pada bumi yang terjadi karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan gas ini disebabkan meningkatnya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.


Hutan dapat dikatakan sebagai paru-paru bumi yang berfungsi sebagai penyerap gas CO2. Dengan berkurangnya area hutan, gas CO2 akan meningkat, sedangkan daya serap tumbuhan terhadap gas CO2 akan menurun. Lama-kelamaan, gas ini semakin banyak dan akan membentuk satu lapisan yang mempunyai sifat seperti kaca.


Lapisan ini akan membuat energi panas dipantulkan kembali ke permukaan bumi sehingga terjadi pemanasan di permukaan bumi. Itulah sebabnya suhu bumi kita semakin hari semakin panas.


3.  Rusaknya Lapisan Ozon


Lapisan Ozon (O3) merupakan lapisan yang melindungi bumi kita dari radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya. Jika hutan semakin rusak, zat-zat kimia di bumi akan meningkat dan menimbulkan rusaknya lapisan ozon.


Kerusakan ini akan menciptakan lubang-lubang pada lapisan ozon yang makin lama semakin membesar. Melalui lubang-lubang tersebut, sinar ultraviolet akan menembus sampai ke bumi sehingga dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman di bumi.


4.  Punahnya Spesies Hutan


Hutan di Indonesia dikenal kaya akan keragaman hayatinya. Dengan rusaknya hutan, dapat dipastikan keanekaragaman ini sulit untuk dipertahankan. Bahkan, yang lebih buruk akan mengalami kepunahan.


Dampak kerusakan hutan tidak hanya melanda spesies pohon, tetapi juga kenyamanan para penghuni hutan. Mereka sewaktu-waktu akan kehilangan habitnya.


Inilah saatnya bagi kita untuk ikut serta dalam upaya pelestarian hutan agar tercipta kembali keseimbangan hidup yang diharapkan. Mulailah mencintai alam dan hutan kita demi masa depan yang lebih baik. Dengan menjaga kelestarian hutan, berarti kita ikut menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger