Home » » Tanah Litosol, Benarkah Tak Subur?

Tanah Litosol, Benarkah Tak Subur?

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 03 Maret 2011 | 01.27

Sumber: www.AnneAhira.com

Tanah Litosol terbentuk dari batuan beku dari proses letusan gunung berapi dan sedimen keras yang proses pelapukan kimia (dengan bantuan organisme hidup) dan fisikanya (dengan bantuan sinar matahari dan hujan) belum sempurna. Sehingga struktur asal batuan induknya masih terlihat. Oleh sebab itu pula, tanah litosol sering juga disebut sebagai tanah yang paling muda.


Tanah jenis ini dapat dijumpai di lereng gunung atau perbukitan yang mengalami proses erosi parah. Penampangnya besar dan berbentuk kerikil, pasir atau batu-batuan kecil, karena sedikit sekali mengalami perubahan struktur atau profil dari batuan asal. Jenis tanah ini juga dapat dijumpai di daerah sekitar pantai.


Di beberapa daerah  Madura, tanah litosol terbentuk dari bebatuan jenis kapur. Sehingga sulit sekali digunakan sebagai lahan pertanian yang subur.


Miskin Unsur Hara


Unsur hara yang terkandung dalam jenis tanah ini tidak begitu banyak, kalau tidak bisa dibilang sangat sedikit. Sehingga jelas sekali, tanah litosol tidak cocok untuk digunakan sebagai media pertanian.


Di beberapa tempat, tanah litosol sering hanya dimanfaatkan sebagai tempat bertanam rumput pakan hewan ternak, atau beberapa jenis tanaman palawija yang tahan dengan jenis tanah ini seperti jagung, serta juga untuk ditanami tanaman keras.


Mempercepat Proses Pelapukan


Berbagai upaya yang dapat dilakukan sebagai cara untuk mempercepat proses pembentukan tanah litosol menjadi jenis tanah yang subur dan lebih bermanfat adalah dengan cara mempercepat proses pelapukannya.


Biasanya adalah dengan cara memperlakukan daerah bertanah litosol dengan penanaman berbagai jenis tanaman keras, dan melakukan reboisasi, agar proses erosi tidak berlanjut.


Habitat Edelweis


Di sekitar pegunungan, sering kita jumpai tanah litosol yang terdapat di sana menjadi tempat hidup dan habitat bagi sebuah tanaman cantik perlambang keabadian cinta. Yah, si cantik Edelweis, tanaman yang menyerupai rumpun semak ini mempunyai bunga putih dan tidak cepat layu. Dapat disimpan berbulan-bulan tanpa kehilangan keindahannya.


Jenis tanah litosol merupakan tempat hidup ideal dari bunga yang keberadaannya dilindungi ini. Contoh daerah pegunungan dimana terdapat jenis tanaman cantik ini adalah di sekitar pegunungan Semeru dan Bromo.

Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger