Home » , » MALIN KUNDANG ( English & Indonesian Version)

MALIN KUNDANG ( English & Indonesian Version)

Written By SDN Kebon Kacang 01 PAGI on Kamis, 29 September 2016 | 07.50

Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, ayah Malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan Malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah Malin tidak kunjung datang, dan pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.
 
Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya dia ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.
Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Cerita Rakyat “Malin Kundang” ini diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana 


MALIN KUNDANG ( English Lesson )

One day, there lived a family in the coastal area of ​​Sumatra. The family had a kid named Malin Kundang. Due to very poor condition of their families, the father's decided to go to the country side. They're hope one day his father came home with a lot of money that will be able to buy daily necessities. After months of  his father did not come, and finally they were lost hope.

After Malin Kundang growing up, he thought to make a living in the country side in the hope that later on when returning to his  hometown, he has become a very rich. Finally Malin Kundang go sailing along with a merchant ship captain in his hometown that has been successful. During his stay on the ship, Malin Kundang lot to learn about seamanship on the crew that has been experienced. Malin studied hard on his friends shipping on more experienced, and finally  he's very good at shipping.One day in the middle of the trip, suddenly climbed Malin Kundang ships were attacked by pirates. All merchandise traders who were on the ship seized by pirates. Most of the crew and people on the ship were killed by the pirates. Malin Kundang very lucky he was not killed by the pirates, because when it happened, Malin immediately hid in a small space enclosed by the timber. Malin Kundang float amid sea, until finally the host ship stranded on a beach. Malin Kundang walked to the nearest village from the beach. Arriving in the village, Malin Kundang helped by people in the village after previously telling incident that happened to him. Malin village where villagers stranded is very fertile. With tenacity and perseverance in work, over time Malin had become a very rich. He has many fruit merchant ships with the children of more than 100 people. After becoming rich, Malin Kundang marry a girl to become his wife. 
After a long marriage, Malin and his wife make the voyage with a large and beautiful ship with the crew and a lot of bodyguards. Malin Kundang's mother that every day waiting for his son, saw a very beautiful ship, the entrance to the harbor. He saw two people who were standing on the deck of a ship. She believes that it is her son standing with his wife, Malin Kundang. 
Malin Kundang stepped down from the ship. He was greeted by his mother. Once close enough, his mother saw Malin's hand that injured, she was approached Malin Kundang. "Malin Kundang, my son, why did you go so long without sending me a letter?", She is hugging Malin Kundang. But Kundang immediately release her mother's arms and pushed her up to fall. " You are not my mother" Malin Kundang said to his mother. Malin Kundang pretended not to recognize her mother, because of shame with her mother is old and wearing tattered clothes. "She was your mother?", ask Malin's wife.  "No, she was just a beggar who pretended to be admitted as a mom to get my property," Malin said to his wife. Hearing statement and treated arbitrarily by his son, the mother of  Malin Kundang very angry. She did not expect him to be rebellious child. Because of mounting anger, Malin's mother tipped his hand & saying "Oh God, if  he is  my son, I curse him became a stone." Not long after the wind storm roared loud and came to destroy the ship. After that Malin Kundang body slowly becomes rigid and in time they finally shaped into a rock.
Share this article :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Follow by Email

Wikipedia

Hasil penelusuran

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SDN KEBON KACANG 01 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger